
Ternate – Komitmen Gubernur Sherly Tjoanda bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dalam menerapkan Sistem Manajemen Talenta (Simata) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov), mendapat apresiasi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakrulloh.
Bahkan, BKN menilai penerapan manajemen talenta di lingkunganPemprov Malut menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Menurut Zudan, hasil evaluasi BKN menunjukkan penerapan manajemen talenta di Pemprov Malut berjalan sesuai harapan. Penempatan pejabat mulai dilakukan berdasarkan kompetensi, potensi, dan kinerja. Agar setiap jabatan diisi oleh ASN yang memiliki kapasitas sesuai kebutuhan organisasi.
“Malut manajemen talentanya the best. Dalam penilaian kami, penerapan sistem manajemen talenta di Pemprov Malut bagus sekali,” ujar Zudan saat ditemui wartawan pada sela kegiatan Alignment Forum di Hotel Bela Ternate, Rabu (29/7).
Ia menjelaskan, manajemen talenta merupakan fondasi penting dalam membangun birokrasi yang profesional. Sistem ini memastikan pengembangan karier ASN dilakukan secara objektif dan berbasis data, sehingga pemerintah memiliki sumber daya manusia yang tepat untuk mengisi setiap jabatan strategis. Dampaknya, tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik dan pelayanan kepada masyarakat makin optimal.
Zudan menegaskan, Maluku Utara merupakan provinsi pertama di luar Pulau Jawa yang menerapkan manajemen talenta secara menyeluruh dalam tata kelola kepegawaian. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjalankan sistem merit.
“Malut menjadi provinsi pertama di luar Jawa yang seluruhnya telah menerapkan manajemen talenta dalam tata kelola kepegawaiannya,” tegasnya.
Dia juga mengapresiasi seluruh pemerintah kabupaten kota Malut yang telah menerapkan sistem tersebut secara penuh. “Ini capaian yang sangat baik. Seluruh kabupaten dan kota di Malut sudah menerapkan manajemen talenta 100 persen. Artinya, daerah ini memiliki komitmen yang kuat membangun sistem merit dan memastikan ASN yang berprestasi mendapat ruang berkembang sesuai kompetensinya,” tutupnya.
Sementara itu, Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan terima kasih kepada BKN yang sejak awal 2025 terus memberikan pendampingan kepada Pemprov Malut dalam penerapan manajemen talenta. Menurutnya, sistem tersebut menjadi langkah penting untuk mempercepat reformasi birokrasi dan memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai kemampuan serta keahlian yang dimiliki.
“Kami berterimakasih kepada BKN yang sejak awal sangat proaktif mendampingi Malut membangun sistem manajemen talenta. Ini menjadi fondasi agar birokrasi kita bergerak lebih cepat, efektif, dan lebih produktif,” ujar Sherly.
Ia mengakui, hasil wawancara terhadap sejumlah ASN menunjukkan masih ada pekerjaan rumah dalam penempatan pegawai. Menurutnya, masih banyak aparatur yang belum ditempatkan sesuai kompetensi yang dimiliki.
“Pemerintah itu ibarat sebuah kapal, sedangkan ASN adalah mesin penggeraknya. Kalau orang yang tepat ditempatkan pada posisi yang tepat, maka pemerintahan akan berjalan lebih cepat dan menghasilkan kinerja yang lebih baik,” tuturnya.
Sherly menilai tantangan terbesar ASN di Malut saat ini bukan pada kemampuan umum, melainkan masih terbatasnya kompetensi teknis yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. “Salah satu kekurangan yang kita miliki adalah skill teknis untuk menyelesaikan persoalan. Banyak ASN memiliki kompetensi umum, padahal daerah membutuhkan keahlian yang lebih spesifik sesuai tantangan di masing-masing sektor,” jelasnya.
Karena itu, kata dia, melalui Alignment Forum, Pemprov Malut berupaya menyelaraskan program BKN, Lembaga Administrasi Negara (LAN), BKD, dan BPSDM agar pengembangan kompetensi ASN benar-benar sesuai kebutuhan daerah. “Kita harus memetakan persoalan yang dihadapi daerah, kemudian menentukan kompetensi apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Pelatihan ASN harus menjawab kebutuhan tersebut, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi,” tegas Sherly.
Sherly menambahkan, setiap pelatihan yang diberikan kepada ASN harus menghasilkan perubahan yang nyata terhadap pola pikir, kompetensi, dan kinerja aparatur. “Harapan saya, para CPNS dan ASN yang mengikuti pelatihan memiliki kerangka berpikir yang tepat sehingga pengembangan karier dan kualitas pelayanan publik juga semakin baik,” pungkasnya.
Terpisah, Plt Kepala BKD Malut Zulkifli Bian menegaskan, pihaknya akan terus mengawal implementasi manajemen talenta sesuai arahan Gubernur Sherly Tjoanda dan BKN RI. Di mana BKD berkomitmen memastikan seluruh proses pengelolaan ASN dilakukan berdasarkan sistem merit, mulai dari pemetaan kompetensi, pengembangan karier, hingga pengisian jabatan.
“Manajemen talenta bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi instrumen untuk menghadirkan ASN yang profesional, berintegritas, dan ditempatkan sesuai kompetensinya. BKD akan terus memperkuat implementasinya agar kualitas birokrasi di Malut makin baik, sesuai arahan Ibu Gubernur” tutup Zulkifli. (*)