
TERNATE – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara resmi menjalin kerja sama dengan akademisi dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Senin (21/9). Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan dan diversifikasi pengolahan produk perikanan daerah.
Kunjungan kerja sama tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala DKP Maluku Utara, Kadri La Etje. Ia didampingi oleh Kepala UPTD Balai BP2OKP DKP Malut, dua kepala seksi, beserta jajaran staf. Kehadiran pihak dinas disambut hangat oleh tim akademisi THP UMMU yang dipimpin Ketua Prodi THP Zainul, Guru Besar Pengolahan Hasil Perikanan Prof. Ahmad Thalib, serta para dosen senior seperti Umar Tangke, M.Si., dan Kepala Laboratorium THP, Aisyah Bafagih, M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala DKP Malut, Kadri La Etje menyatakan bahwa tujuan utama kerja sama dengan perguruan tinggi ini adalah untuk melakukan transfer ilmu, teknologi, dan inovasi. Langkah ini dinilai krusial guna meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk kelautan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Kerja sama ini dilakukan dalam rangka mengembangkan diversifikasi pengolahan produk-produk perikanan yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi,” ujar Kadri.
Kadri menjelaskan bahwa Maluku Utara memiliki potensi sumber daya laut yang luar biasa melimpah. Namun, selama ini pemanfataannya masih didominasi oleh penjualan bahan mentah atau produk segar tanpa sentuhan pengolahan yang maksimal, sehingga keuntungan yang didapat nelayan lokal belum optimal.
“Melalui sentuhan ilmu dan fasilitas laboratorium dari UMMU, kita ingin mengubah pola pikir dari sekadar menjual ikan segar menjadi produk olahan siap saji yang bernilai jual tinggi. Kami ingin memastikan produk turunan perikanan dari Maluku Utara bisa menembus pasar nasional hingga internasional,” lanjutnya.
Menurut Kadri, program andalan yang akan didorong adalah pengembangan industri rumahan (home industry) pengalengan tuna khas rasa Maluku Utara berbahan baku baby tuna. Produk pengalengan ini akan dipasarkan secara luas untuk meningkatkan nilai ekonomi.
Melalui program ini, UPTD Balai BP2OKP ditargetkan dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari setiap produk yang dipasarkan. Di sisi lain, Laboratorium THP UMMU akan berkembang dengan sarana teknik pengolahan modern, sementara industri rumahan perikanan diharapkan maju meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kadri berharap sinergi antara pemerintah dan akademisi ini tidak berhenti di atas kertas, melainkan langsung menyentuh pelaku UMKM sektor perikanan. DKP berkomitmen memfasilitasi hilirisasi riset kampus agar inovasi dosen dapat langsung diterapkan oleh masyarakat pesisir. (*)