
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku Utara terus berupaya mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan yang masih menjadi tantangan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Giscard Kroons, menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga bergantung pada jumlah, jenis, mutu, serta pemerataan tenaga kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas.
Menurutnya, data sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan penting dalam proses perencanaan pembangunan kesehatan di daerah.
Ia menyebut, berdasarkan data tenaga medis dan Nakes, tercatat keterbatasan jumlah data dokter yaitu sebanyak 480 orang, dokter gigi sebanyak 99 orang, dokter spesialis sebanyak 436 orang dan data nakes sebanyak 9,946 orang yang tersebar pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kondisi ini diperparah dengan distribusi tenaga yang belum merata antarwilayah, serta proyeksi kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan tambahan sebanyak 183 orang yang terus meningkat seiring dengan berkembangnya layanan kesehatan dan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” kata dr. Julys, pada pertemuan teknis analisis data SDM kesehatan dan data rencana kebutuhan SDM kesehatan tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026, Senin (22/6/2026).
