
Sofifi – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun ini membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di tiga kabupaten dan satu kota di Provinsi Maluku Utara guna meningkatkan produktifitas serta kesejahteraan nelayan.
Empat desa dan tiga kabupaten serta satu kota itu meliputi Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur dan Desa Wasileo Halmahera Timur.
Lalu, Desa Supu, Kabupaten Halmahera Utara dan Desa Maitara Tengah, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kadri Laetje. Dia mengatakan, pembangunan KNMP dilaksanakan dalam dua tahap, di mana tahap pertama mencakup tiga lokasi dan tahap kedua mencakup satu titik di Desa Maitara Tengah, Kota Tidore.
“Saat ini pembangunannya sudah sementara jalan,” kata Kadri kepada Dewakipas, Senin (22/6/2026).
“Dalam Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun fasilitas berupa Air Blast Freezer (ABF), cold storage, pabrik es, fismeal, Armada tangkap, alat tangkap/jaring Purce sciene, dermaga atau tempat pendaratan ikan, serta processing room,” tambahnya.
Dia menuturkan, Program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi kelompok pembudidaya dan nelayan tangkap di wilayah pesisir.
Ia optimis pada tahun 2027 mendatang, peluang untuk merealisasikan 20 titik KNMP di Maluku Utara sangat terbuka setelah dirinya berkunjung ke Dirjen KKP membahas pengajuan atau verifikasi wilayah.
“Penyebaran titik Kampung Nelayan KNMP tentu melalui verifikasi lapangan yang akurat menjadi strategi KKP untuk mengintegrasikan klaster perikanan, sehingga kedepan menciptakan efek pengganda (multiplier effect),” jelasnya.
Kadri menambahkan strategisnya program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang merupakan program KKP, menjadi perhatian utama DKP Malut untuk berkolaborasi dari hulu hingga hilir dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan, kemandirian ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui transformasi kawasan perikanan yang terintegrasi. (*)