
Ternate – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Maluku Utara kembali memasuki babak yang mengkhawatirkan. Anggota DPRD Kota Ternate sekaligus Pemerhati Perlindungan Perempuan dan Anak, Nurlaela Syarif, mendesak Walikota Ternate dan Gubernur Maluku Utara untuk mengambil tindakan tegas dan tanpa kompromi terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam aksi bejat tersebut.
Pernyataan bersuara lantang ini dipicu oleh laporan memilukan yang diterima Nurlaela pada Sabtu (20/06). Seorang oknum guru agama di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang juga pengasuh TPQ di Ternate, tega mencabuli santri perempuannya yang baru berusia 10 tahun. Mirisnya, tindakan bejat tersebut dilakukan berulang kali sebelum akhirnya terbongkar.
Tidak hanya itu, kasus lain yang juga melibatkan oknum ASN Provinsi terkait aksi begal payudara turut mencoreng institusi pelayan publik tersebut.
”Ini tamparan keras buat kita semua. Rumah, sekolah, tempat mengaji… tempat-tempat yang seharusnya paling aman bagi anak-anak kita, kini justru menjadi rawan. Saran kami, (para pelaku) dipecat secara tidak hormat!” tegas Nurlaela dengan nada geram.
Menurut Srikandi DPRD Ternate ini, fakta bahwa pelakunya adalah oknum pamong masyarakat atau ASN berkedok status terhormat menjadi warning (peringatan keras) bagi seluruh elemen masyarakat. Ternate kini berada dalam status waspada dan darurat predator anak.
Sebagai bentuk edukasi dan langkah preventif, Nurlaela Syarif membagikan formula “4 Jangan” bagi para orang tua dan keluarga agar anak-anak terhindar dari ancaman predator seksual:
Pertama : Jangan Pernah Lengah, Ingat, siapa pun bisa menjadi pelaku. Bahkan orang yang berkedok pakaian agamis atau status sosial yang terhormat sekalipun bisa menjadi predator.
Kedua Intenskan Komunikasi dengan Anak: Dengarkan cerita mereka sepulang sekolah, TPQ, pondok pesantren, atau tempat les. Tanyakan hal-hal detail dengan penuh kasih sayang agar anak merasa aman untuk jujur.
Ketiga Edukasi Seksual Sejak Dini: Ajarkan anak bagian tubuh mana saja yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh oleh orang lain dengan alasan apa pun.
Keempat Saling Jaga Lingkungan: Jika melihat ada kejanggalan atau perilaku mencurigakan di sekitar Anda, jangan diam.
”Jangan Anggap Tabu, ayo suarakan,” tegas Nurlaela.
Di akhir keterangannya, Nurlaela mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Ternate untuk memperketat penjagaan dan menghilangkan stigma tabu dalam melaporkan kekerasan seksual.
”Harus berani bersuara, jangan anggap tabu, ayo suarakan. Mari kita perketat penjagaan, jangan biarkan masa depan anak-anak kita dirusak oleh manusia berhati binatang. Stop kekerasan seksual, lindungi anak kita.” pungkasnya.