
SOFIFI — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menargetkan dampak pertumbuhan ekonomi daerah harus dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke tingkat rumah tangga (“masuk dapur”). Selain itu, pemerintah provinsi berkomitmen menuntaskan pembangunan sisa 550 kilometer jalan ruas provinsi hingga tahun 2029.
Langkah ini diambil merespons laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara yang mencatat perekonomian Malut pada Triwulan II-2026 tumbuh positif. Ekonomi Malut tumbuh 2,48 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter), 15,35 persen secara tahunan (year-on-year), dan mencatatkan angka 17,43 persen secara kumulatif (cumulative-to-cumulative).
“Kami menyadari pertumbuhan ekonomi saat ini belum sepenuhnya inklusif dan merata. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi saya dan Pak Sarbin,” ujar Sherly saat memberikan pidato dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara di Sofifi, Senin (12/10/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Sherly berkomitmen mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Maluku Utara secara tepat sasaran. Fokus utama penggunaan anggaran ke depan akan diarahkan untuk mendorong kemajuan sektor riil serta mempercepat pemerataan ekonomi di seluruh wilayah.
Di sisi lain, Sherly juga menyoroti tantangan geografis dan keterbatasan anggaran dalam penanganan infrastruktur jalan di 10 kabupaten/kota.
“Kami menyadari masih ada jalan yang belum tersambung. Ketika kami dilantik, ada jalan sepanjang 550 kilometer ruas provinsi yang belum tersambung,” ungkapnya.
Kendati demikian, pemerintah daerah terus bergerak melakukan percepatan pembangunan. Pada tahun 2025, pemprov telah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 25 kilometer. Pembangunan berlanjut pada tahun 2026 dengan menuntaskan 125 kilometer jalan yang mayoritas menggunakan kualitas lapisan penetrasi (lapen).
Dengan demikian, total jalan yang sudah berhasil dibangun sejak awal masa jabatan mereka hingga saat ini telah mencapai 150 kilometer. Program ini dipastikan akan terus berjalan secara bertahap pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
“Pada tahun 2027, kami menganggarkan pembangunan untuk 150 kilometer jalan lagi, sehingga akumulasinya menjadi 300 kilometer. Selanjutnya, pada tahun 2028 dan 2029, kita akan menyelesaikan sisa target sepanjang 250 kilometer,” pungkas Sherly.
