
Sofifi – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara bergerak cepat menguji mutu perairan dan kelayakan produk perikanan sesuai perintah Gubernur Sherly Tjoanda untuk melindungi kesehatan warga.
Kepala DKP Maluku Utara, Kadri La Etje, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah selesai mengambil sampel air laut di perairan Pulau Obi, Halmahera Selatan, dan melanjutkan tahap pengujian laboratorium di Ternate guna memastikan penyebab perubahan warna air laut yang hijau pekat serta mendalami dugaan pencemaran lingkungan.
Menurutnya, tujuan uji lab ini untuk mengidentifikasi kandungan zat kimia, limbah industri/domestik, atau memastikan apakah fenomena disebabkan oleh ledakan alga (blooming fitoplankton). Hasil pengujian laboratorium akan dipakai oleh DKP Maluku Utara sebagai dasar rekomendasi penanganan lingkungan.
“Sampel air laut yang sudah diambil akan dibawa untuk di Analisis fisika, kimia, biologi, dan Produktifitas Primer. Jika ada parameter lain yang tidak bisa di Uji di Balai Ternate, maka akan di Subkon ke Lab IPB dan Unstrat yang terakreditasi sesuai standar analisis. Jika hasil uji lab menunjukan laut tercemar, hal tersebut menjadi dasar rekomendasi DKP untuk melakukan pemulihan ekosistem, pembatasan aktivitas, dan pengawasan ketat,” kata Kadri kepada Dewakipas, Kamis (6/8/2026).
Oleh karena itu, ia meminta publik untuk tetap tenang dan bersabar menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan pencemaran air laut yang menyebabkan perubahan warna air menjadi hijau pekat di perairan Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, yang dilaporkan pada awal Agustus 2026.
Dikatakan, bahwa hasil uji laboratorium atas sampel air laut dari Pulau Obi yang sempat berubah warna menjadi hijau pekat akan segera diumumkan ke publik setelah proses pengujian selesai.
“Kami akan menginformasikan kepada publik jika uji laboratorium telah selesai. Karena ini merupakan perintah ibu Gubernur terkait pengawasan kualitas perairan guna memastikan hasil perikanan aman dikonsumsi masyarakat.” katanya.
Kadri menambahkan, pihaknya juga akan merancang kerja sama PKS dengan sekitar 300 industri dan kontraktor tambang yang tersebar di Maluku Utara. Kerja sama ini bertujuan untuk mengirimkan sampel perairan laut di sekitarnya setiap bulan guna dianalisis parameter fisika, kimia, dan biologinya sebagai langkah kontrol terhadap keamanan serta mutu hasil perikanan. (*)