
Ternate – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, berkolaborasi dengan masyarakat Pulau Hiri menggelar Hiri Fest 2026. Hiri Fest, yang berlangsung pada 2 Agustus 2026, menjadi puncak dari program Kuliah KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM).
Acara ini dipusatkan di Pelabuhan Togolobe, Pulau Hiri, yang akan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, akademisi lokal, dan pemerintah daerah.
Salah satu peserta KKN-PPM UGM Yogyakarta, Nara Suci, mengatakan Hiri Fest tahun 2026 sebagai bagian dari program kerja KKN-PPM UGM Yogyakarta 2026, yang menghadirkan berbagai program edukasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, promosi wisata sejarah, hingga kuliner sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Menurut dia, Pulau Hiri yang berada di pesisir barat Pulau Halmahera, ini merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki peran sangat krusial dalam perkembangan peradaban, khususnya dalam sejarah kejayaan Kesultanan Ternate.
“Kegiatan Hiri Fest ini akan menjadi wadah untuk mempromosikan sekaligus memperkenalkan potensi dan kekayaan Pulau Hiri kepada masyarakat luas,” ujar Nara Suci kepada Dewakipas, Kamis (23/7).
Dia bilang Pulau Hiri tidak hanya memiliki keanekaragaman hayati laut yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal, nasional, hingga internasional. Potensi tersebut dinilai perlu untuk dipromosikan agar dapat menjadi salah satu destinasi unggulan di Provinsi Maluku Utara.
Tidak hanya wisata bawah laut tetapi juga budaya, kuliner dan sejarah. Wisata alam darat misalnya tidak kalah menarik dengan daerah lain.
“Untuk mempromosikan potensi itu, kami menginisiasi untuk melaksanakan Hiri Fest yang juga menjadi bagian penting dari program kerja kami mahasiswa KKN-PPM,” jelasnya.
Nara menyatakan bahwa Hiri Fest 2026 merupakan festival tahunan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-PPM UGM di Pulau Hiri sejak tahun 2024 yang mengintegrasikan kegiatan olahraga, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian acara. Festival ini menjadi kelanjutan dari Hiri Fest 2025 yang telah terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan menghadirkan ruang promosi bagi UMKM serta pelaku seni budaya lokal.
Pada tahun 2026, Hiri Fest juga diarahkan sebagai proses alih kelola kepada masyarakat Pulau Hiri dengan
harapan festival ini dapat terus dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat pada tahun-tahun berikutnya.
“Acara ini memang dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, wisatawan, serta mahasiswa dalam satu rangkaian kegiatan,” kata Nara, sembari berharap Hiri Fest 2026 menjadi pengalaman berkesan bagi pengunjung sekaligus model pengembangan festival lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain. (*)