
TERNATE — Laut Maluku Utara bagi Efendi M. Nur (32) bukan sekadar tempat mengadu nasib, melainkan saksi bisu dari sebuah rasa syukur yang mendalam. Nelayan asal Kelurahan Rum, Kota Tidore Kepulauan ini, memilih mengekspresikan terima kasihnya dengan cara yang unik. Di atas riak gelombang, sebuah perahu (bodi) fiber miliknya kini melaju dengan nama baru yang disematkan penuh rasa hormat: Onco Sherly 02.
Nama yang tertulis di lambung kapal tersebut merupakan wujud apresiasi untuk Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Bagi Efendi dan komunitas nelayan di Tidore, Sherly dinilai sebagai sosok pemimpin yang memberikan dampak nyata hingga ke laut lepas melalui berbagai program bantuan armada dan mesin perahu.
“Nama ini adalah bukti cinta dan cara berterima kasih saya kepada Ibu Gubernur,” ujar Efendi M. Nur kepada Dewakipas pada Rabu (21/10/2026).
Menurut Efendi, selama ini nelayan kecil di wilayahnya kerap kesulitan modal untuk peremajaan alat tangkap. “Melalui bantuan mesin yang diberikan lewat program beliau, kami para nelayan kecil bisa kembali melaut dengan tenang tanpa cemas mesin mogok di tengah laut. Bantuan ini menyalakan kembali dapur dan harapan keluarga kami,” tuturnya.
Efendi menambahkan, penamaan ‘Onco Sherly 02’ juga menjadi doa agar keberlanjutan program pro-nelayan terus berjalan di Maluku Utara. Kebijakan yang konsisten turun ke lapangan dan mendengarkan keluhan masyarakat pesisir dinilai meninggalkan kesan emosional yang mendalam bagi pelaut lokal. Kehadiran fasilitas mesin baru ini diakui mendongkrak produktivitas dan jangkauan tangkap nelayan secara signifikan.
Dampak dari program bantuan ini kini mulai dirasakan oleh kelompok nelayan di Kota Tidore Kepulauan. Berdasarkan data komoditas lokal, efisiensi waktu melaut dan peningkatan volume hasil tangkapan pasca-peremajaan mesin membantu menstabilkan pasokan ikan di pasar domestik Ternate dan Tidore. Onco Sherly 02 kini bukan lagi sekadar perahu pengangkut ikan, melainkan simbol kolaborasi nyata antara kebijakan pemerintah dan denyut nadi perekonomian masyarakat pesisir. (*)
