
Sofifi – Program pembibitan sekolah kedinasan menjadi salah satu komponen utama dalam visi pembangunan Maluku Utara Bangkit. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memperkenalkan program ini sebagai bagian dari kado Hardiknas 2026, yang difokuskan untuk mencetak putra-putri daerah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berakhlak dan kompeten melalui sekolah kedinasan.
Visi Maluku Utara Bangkit fokus pada pemerataan pembangunan, salah satunya melalui pengembangan SDM. Sebagai upaya mewujudkan birokrasi berkelas.
Melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pemrov Malut telah menjalin kerja sama dengan tiga institusi yakni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat.
Pelaksana Tugas Kepala BKD Maluku Utara, Zulkifli Bian, mengatakan program sekolah kedinasan bukan sekadar melanjutkan pendidikan, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian generasi muda bagi daerah.
“Melalui STIS, STAN, dan STTD, kesempatan terbuka lebar bagi putra-putri daerah untuk berkembang, bersaing secara kompetitif, dan menjadi ASN profesional,” ujar Zulkifli kepada Dewakipas.
Ia menjelaskan, program ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan kedinasan bagi generasi muda Maluku Utara. Selain mendapatkan pendidikan berkualitas nasional, peserta yang lulus juga berpeluang langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Untuk tahun 2026, total kuota yang disediakan sebanyak 26 orang. Rinciannya, masing-masing 10 kuota untuk STAN dan STTD, serta 6 kuota untuk STIS. Untuk skema pembiayaan, Pemprov akan menangani 60 persen dan peserta 40 persen sebagai bentuk komitmennya mengikuti pendidikan hingga selesai.
Seleksi akan dilakukan secara terpusat oleh masing-masing perguruan tinggi. Pemerintah daerah menetapkan sejumlah persyaratan khusus, di antaranya calon peserta harus merupakan putra-putri daerah Maluku Utara, telah berdomisili minimal 10 tahun, serta memiliki salah satu orang tua (ayah atau ibu) asli daerah tersebut.
Zulkifli menegaskan, kebijakan ini bertujuan memastikan peluang pendidikan kedinasan benar-benar dinikmati oleh generasi lokal yang nantinya kembali mengabdi di daerah.
“Komitmen gubernur adalah memberikan kesempatan yang sama bagi generasi muda Maluku Utara agar bisa bersaing di tingkat nasional dan kembali membangun daerah sebagai ASN,” katanya.
Ke depan, Pemprov Maluku Utara berencana memperluas kerja sama dengan lebih banyak sekolah kedinasan lainnya yang saat ini masih dalam tahap penjajakan.