
Sofifi – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dr. Giscard Kroons angkat bicara terkait dugaan pembuangan limbah medis oleh RSU Sofifi di lahan terbuka yang tak jauh dengan permukiman warga.
Giscard Kroons mengatakan bahwa setelah dilakukan koordinasi dan penelusuran lapangan bersama pihak RSU Sofifi, ditemukan adanya beberapa permasalahan dalam sistem pengelolaan sampah dan limbah yang memerlukan perbaikan segera.
“Hasil koordinasi menunjukkan adanya sampah domestik yang tercampur dengan limbah medis di area belakang rumah sakit. Temuan ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan dan manajemen RSU Sofifi untuk segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Giscard, Ahad.
Temuan tersebut sekaligus mematahkan asumsi Direktur RSU Sofifi, Sylvia Umaternate, yang sebelumnya membantah bahwa sampah yang menumpuk di belakang rumah sakit bukan merupakan limbah medis.
“Sampah itu sampah domestik, bukan sampah medis. Ada kerja sama antara RSU Sofifi dan DLH untuk mengangkut sampah,” ujar Sylvia saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5).
Giscard Kroons menyebut salah satu faktor yang menyebabkan kondisi tersebut adalah keterbatasan sarana pengelolaan limbah, termasuk belum tersedianya Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang memenuhi ketentuan, kapasitas TPS domestik yang sering mengalami kelebihan muatan, serta masih perlunya peningkatan kepatuhan dalam pemilahan limbah oleh seluruh petugas.
Selain itu, lokasi TPS domestik yang berada di area belakang rumah sakit dan berdekatan dengan permukiman warga juga menyebabkan area tersebut dapat diakses oleh pihak luar, sehingga volume sampah yang masuk sulit dikendalikan sepenuhnya.
“Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara bersama manajemen RSU Sofifi telah menyepakati sejumlah langkah perbaikan yang akan segera dilaksanakan.” Katanya. (*)