
TERNATE — Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Maluku Utara, Dedy Kotambunan, merespons cepat keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan di Pelabuhan Feri Bastiong, Kota Ternate. Keluhan ini mencuat setelah sejumlah calon penumpang gagal berangkat akibat terjebak antrean loket yang mengular.
Salah satu calon penumpang tujuan Sofifi, Jainul Yusup, mengeluhkan sistem penjualan tiket yang dinilai tidak efektif. Saat ini, loket penjualan tiket masih terpusat di satu titik namun harus melayani berbagai rute sekaligus, mulai dari tujuan Sofifi, Tidore, Moti, Makean, hingga Sidangoli. Kondisi inilah yang memicu penumpukan penumpang setiap harinya.
Melihat kondisi pelayanan yang dinilai sudah darurat, Jainul bersama penumpang lainnya mendesak pihak pengelola untuk segera melakukan pembenahan total. Mereka menuntut pihak PT ASDP dan Dinas Perhubungan untuk mengoptimalkan sistem digitalisasi. Salah satu solusi konkret yang mereka tawarkan adalah digitalisasi sistem melalui penjualan tiket secara daring (online).
Merespons masalah tersebut, Kadishub Malut, Dedy Kotambunan, menjelaskan bahwa antrean panjang dalam beberapa hari terakhir terjadi akibat adanya lonjakan pergerakan masyarakat. Lonjakan ini dipicu oleh rangkaian hajatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara yang berpusat di Sofifi hingga 12 Oktober 2026 mendatang.
“Momen ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi, sehingga warga yang menyeberang membeludak. Kami terus memantau situasi di lapangan. Yang dikeluhkan warga tadi hanya penyeberangan pertama (trip pertama), sedangkan trip kedua dan ketiga lancar tanpa masalah,” kata Dedy saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).
Terkait desakan penerapan tiket online, Dedy meluruskan bahwa pihak PT ASDP sebenarnya telah menyediakan fasilitas tersebut melalui aplikasi Ferizy. Namun, ia mengakui sistem ini belum tersosialisasi dengan maksimal kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Pembelian tiket online sebenarnya sudah diterapkan melalui aplikasi Ferizy, cuma mungkin masyarakat kita belum sepenuhnya familiar. Oleh karena itu, petugas di lapangan mengambil kebijakan taktis dengan tetap melayani pembelian tunai demi mempermudah warga, tetapi sistem Ferizy tetap berjalan,” jelas Dedy menambahkan.
