
TERNATE — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate membatasi operasional speed boat di Pelabuhan Mangga Dua hingga pukul 18.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi risiko kecelakaan laut akibat kabut asap yang menyelimuti perairan Ternate-Sofifi dan mengganggu jarak pandang.
Kepala KSOP Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, menyatakan telah menerbitkan surat edaran kepada operator speed boat dan perusahaan pelayaran. Edaran tersebut memuat sejumlah ketentuan keselamatan selama kabut asap melanda.
“Untuk speed boat, beberapa hari ini kita sudah menerbitkan surat edaran terkait dengan kepekatan kabut. Ada beberapa hal yang harus dilengkapi nakhoda speed boat maupun perusahaan pelayaran, di antaranya nakhoda harus mengerti dan paham kompas, serta tambahan lampu dan terompet,” kata Rushan saat diwawancarai di Pelabuhan Semut Mangga Dua, Ternate, Jumat (16/10/2026).
Selain peralatan keselamatan, KSOP membatasi waktu keberangkatan speed boat reguler. Pelabuhan Mangga Dua kini hanya beroperasi mulai pukul 06.30 hingga 18.00 WIT.
“Jadi, saya sudah menerbitkan surat kepada operator speed boat atau perusahaan pelayaran bahwa Pelabuhan Speed Boat Mangga Dua kita operasikan mulai pagi pukul 06.30 WIT sampai sore hari pukul 18.00 WIT. Setelah itu pelabuhan ditutup. Para pengguna jasa, kalau melihat sudah pukul 18.00 WIT, jangan memaksakan diri untuk pergi,” ujar Rushan.
Ia menegaskan pembatasan ini merupakan langkah antisipasi bahaya pelayaran pada malam hari, sesuai dengan peringatan dari pemerintah pusat.
“Khusus malam ini kita tutup. Nanti akan kita evaluasi apakah ini berlanjut setelah karhutla ini ataukah mungkin nanti kita tutup sementara. Kita sementara evaluasi dan tetap akan memedomani regulasi serta ketentuan,” lanjutnya.
Meski operasional reguler ditutup, pelayanan dalam kondisi darurat—seperti pengangkutan orang sakit atau jenazah—tetap dimungkinkan dengan mengutamakan aspek keselamatan.
“Kita mengantisipasi di pukul 18.00 WIT karena salah satu warning dari pemerintah bahwa speed boat ini tidak diperkenankan beroperasi di malam hari. Tapi kalau dalam situasi emergensi tetap kita buka pelayanan, seperti ada orang sakit, dan orang meninggal,” pungkas Rushan.
