
TERNATE – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, hampir rampung 100 persen. Namun, proyek strategis nasional (PSN) ini menyisakan masalah akibat dugaan belum dibayarnya upah pekerja konsumsi.
Salah satu pekerja konsumsi pembangunan SR di Halmahera Barat, yang enggan namanya dipublish mengungkapkan bahwa upah mereka belum dibayarkan oleh subkontraktor PT Putra Rato Mahkota, yang ditunjuk oleh pemenang tender utama, PT Hutama Karya (Persero).
“Kami punya upah belum dibayar, padahal pekerjaan sudah selesai,” ungkapnya kepada media ini, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, penagihan sudah berulang kali dilakukan kepada PT Putra Rato Mahkota. Namun, hingga pembangunan fisik sekolah hampir selesai, pihak perusahaan dinilai terus mengulur waktu dan memberikan janji palsu.
Oleh karena itu, dia mendesak PT Hutama Karya turun tangan mengevaluasi kinerja subkontraktor yang mereka tunjuk. Ia berharap hak-haknya sebagai pekerja konsumsi segera dilunasi.
Hingga berita ini ditayangkan, PT Hutama Karya dan PT Putra Rato Mahkota belum memberikan respons. Upaya konfirmasi yang dikirimkan jurnalis melalui pesan singkat WhatsApp belum dibalas. (*)