
TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat pesisir melalui penyaluran bantuan sarana produksi perikanan secara bertahap. Langkah taktis ini memicu gelombang apresiasi dari para nelayan lokal yang merasakan langsung dampak kepedulian jajaran pemerintah daerah dalam mendorong produktivitas dan kesejahteraan di sektor kelautan.
Program prioritas yang diinisiasi oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, difokuskan untuk memperkuat armada tangkap nelayan kecil di berbagai kabupaten dan kota. Kehadiran bantuan mesin kapal dengan kapasitas 15 PK hingga 20 PK tersebut dinilai menjadi angin segar sekaligus pemantik semangat baru bagi para pelaut tradisional untuk mengoptimalkan potensi maritim daerah.
Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Kadri La Etje, menegaskan bahwa distribusi bantuan sarana operasional tangkap ini merupakan perwujudan visi besar kepala daerah. Kebijakan strategis ini sengaja dirancang secara berkesinambungan agar menyentuh langsung simpul-simpul nelayan yang selama ini mengalami keterbatasan alat produksi.
“Ini merupakan sentuhan nyata dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur, yang menaruh perhatian sangat besar pada sektor perikanan tangkap. Penggunaan mesin baru dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik tentunya akan mampu memperluas daya jelajah operasional nelayan,” ujar Kadri La Etje saat menyerahkan 20 unit mesin secara simbolis kepada nelayan di UPT DKP Maluku Utara di Ternate, Sabtu (29/8/2026).
Kadri menambahkan, dengan penyerahan terbaru ini, total mesin kapal yang telah disalurkan kepada masyarakat pesisir di Maluku Utara mencapai 430 unit hingga Agustus 2026.
Bantuan sarana mesin penangkap ikan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional nelayan lokal agar bisa menjangkau wilayah tangkapan yang lebih luas. Melalui peningkatan kapasitas armada tersebut, stabilitas pasokan komoditas perikanan di pasar domestik juga diproyeksikan akan semakin kuat dan merata.
Salah seorang perwakilan nelayan penerima manfaat, menyatakan bahwa bantuan mesin ini sangat membantu mengurangi beban biaya operasional bulanan. Selama ini, banyak nelayan lokal kesulitan melaut hingga ke zona yang lebih jauh akibat keterbatasan kondisi mesin kapal yang sudah tua. Kehadiran mesin baru ini langsung membangkitkan optimisme baru di kalangan para pelaut tradisional.
“Tentunya kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perikanan dan khususnya Ibu Gubernur yang begitu peduli dengan para nelayan,” ujarnya.
Sebagai informasi, skema KUR maritim yang diterapkan dalam program ini menawarkan suku bunga rendah dan proses administrasi yang telah disederhanakan. DKP Provinsi Maluku Utara juga turut memberikan pendampingan teknis agar para nelayan dapat mengelola manajemen keuangan dengan baik. Pola kemitraan ini dirancang untuk memastikan investasi sarana tangkap dapat berjalan secara berkelanjutan.
Acara penyerahan bantuan ditutup dengan penandatanganan berita acara antara DKP Maluku Utara dan penerima manfaat. Melalui sinergi yang kuat ini, peremajaan armada tangkap diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan riil keluarga nelayan, tetapi juga memperkokoh posisi Maluku Utara sebagai salah satu lumbung ikan nasional. (*)