
TERNATE – Produk perikanan unggulan Provinsi Maluku Utara terus memperluas jangkauan di pasar internasional. Setiap bulan, komoditas tuna loin beku dari PT MUF di Pelabuhan Perikanan Panamboang rutin diekspor untuk memenuhi tingginya permintaan pasar Korea Selatan.
Keberhasilan menembus pasar luar negeri secara konsisten ini menjadi bukti kualitas sektor kelautan daerah. Manajemen rantai pasok yang profesional di kawasan bawah binaan UPT Balai Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) DKP Maluku Utara ini dinilai mampu memenuhi standar internasional yang ketat melalui proses higienis dan fasilitasi karantina yang optimal.
Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara, Kadri La Etje, mengapresiasi performa industri lokal tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan mutu komoditas ekspor serta terus mendampingi unit pengolahan ikan setempat agar standardisasi global tetap terjaga.
“Kelancaran ekspor produk tuna loin ke Korea Selatan ini membuktikan potensi perikanan Maluku Utara memiliki daya saing tinggi di tingkat global. Kami bersama UPT Balai PPP Panamboang terus memastikan seluruh proses, mulai dari pendaratan ikan hingga pascaproduksi, memenuhi regulasi internasional,” ujar Kadri kepada Dewakipas, Minggu (4/10).

Kadri menjelaskan bahwa tren positif ekspor ini tidak lepas dari visi strategis Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Pemerintah daerah saat ini gencar mendorong kebijakan penguatan dan modernisasi armada tangkap bagi nelayan kecil mandiri untuk memperkuat sektor hulu.
“Sesuai arahan Ibu Gubernur, fokus utama kami adalah memperkuat armada tangkap nelayan kecil mandiri. Dengan begitu, kapasitas tangkap mereka meningkat signifikan dan mampu menjadi penopang utama rantai pasok industri,” tambahnya.
Langkah strategis ini diproyeksikan membawa efek domino yang luas. Pasokan ikan yang stabil dari nelayan lokal diharapkan mampu menopang ekosistem usaha perikanan skala kecil, menengah, koperasi, hingga industri besar seperti PT MUF agar dapat tumbuh bersama secara inklusif.
Melalui sinergi solid antara pemda, otoritas pelabuhan, korporasi, dan nelayan tradisional, Maluku Utara optimistis dapat memperluas jangkauan pasar ke negara lain. Penguatan armada di hulu dan kepastian pasar di hilir kini menjadi pilar utama pemda dalam memajukan ekonomi maritim daerah. (*)