
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah berkunjung ke Desa Sibenpopo, Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat (17/4/2026).
Hal tersebut sebagai bagian dari respons cepat Pemprov Malut pasca bentrok yang terjadi beberapa waktu lalu antara Desa Sibenpopo dan Desa Banemo.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur, Sarbin Sehe, untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, khususnya di sektor pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, Abubakar Abdullah bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan ujian akhir. Hari itu merupakan hari terakhir pelaksanaan sumatif kelulusan bagi siswa.
“Kami memantau langsung ujian terakhir di Desa Sibenpopo,” kata Abubakar.
Ia menyebut, sebanyak 9 siswa dari SMK Negeri 9 Halmahera Tengah mengikuti ujian akhir yang dilaksanakan di Kantor Desa Sibenpopo. Proses ujian pun berjalan lancar tanpa kendala.
Pada kesempatan itu, Kadikbud didampingi oleh Kepala Bidang SMK, Makmur serta sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Selain melakukan monev, Abubakar juga menyerahkan bantuan berupa paket seragam sekolah kepada 22 siswa SMA dan SMK yang terdampak. Bantuan tersebut terdiri atas kemeja, celana, topi, dan sepatu.
“Bantuan ini merupakan sumbangan murni dari pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa terdampak bencana sosial,” jelasnya.
Tak hanya itu, Kadikbud juga menyerahkan tiga ijazah milik warga Sibenpopo yang sebelumnya hilang akibat kebakaran. Penyerahan ijazah ini merupakan tindak lanjut dari arahan gubernur untuk menginventarisasi serta membantu pengurusan dokumen pendidikan masyarakat terdampak.
“Kami masih terus melakukan pendataan. Jika masih ada warga yang kehilangan ijazah, akan segera kami bantu proses pengurusannya sesuai ketentuan,” tambahnya.