
Dewakipas.id, Ternate – Sejumlah pegawai honorer dan PNS di lingkungan Rumah Sakit Umum (RSU) Chasan Boesoirie (CB) Ternate, Maluku Utara, mengaku mendapat ancaman dari Lukman yang merupakan salah satu pejabat di instansi tersebut.
Lukman disebut sering menebar ancaman ke pegawai berupa mutasi dan pemecatan. “Kami bekerja dibawa bayang-bayang ketakutan. Karena setiap hari dapat ancaman pemecatan,” kata salah satu pegawai di RSUD CB Ternate yang enggan namanya diberitakan, Rabu (11/3/2026).
Mereka mendesak Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk menindak tegas pejabat yang sering menebar ancaman atau bersikap arogan. Tindakan ini merusak kenyamanan kerja dan melanggar kode etik ASN, sehingga gubernur diharapkan turun tangan melakukan pembinaan dan teguran.
“Beliau (Lukman-red) juga bilang ke kami, ngoni (kalian) punya bekingan di provinsi siapa? Coba kita lihat. Jadi, kami minta agar ibu Gubernur bisa turun tangan untuk kasih teguran ke pejabat yang bersangkutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Lukman ketika ditemui Dewakipas di ruang kerjanya, pada Selasa (10/3) membantah bahwa ia tidak pernah menebar ancaman kepada pegawai baik honorer maupun PNS di RSUD CB Ternate. “Soal informasi yang beredar di luar itu tidak benar adanya kami pegawai Rumah sakit ini selalu kompak,” katanya. (Ami/red)