
SOFIFI – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Agriani Yulin Mus, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi untuk mendukung penuh langkah gubernur yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di tengah tekanan fiskal daerah saat ini.
“Terkait dengan TPP, kita ASN yang ada di Provinsi Maluku Utara harus memberikan dukungan yang luar biasa kepada Ibu Gubernur,” ujar Yulin saat menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna DPRD Malut di Sofifi, Jumat (11/9).
Menurut Yulin, penjelasan ini perlu disampaikan agar tidak terjadi miskomunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan para pegawai. Ia mengingatkan bahwa TPP bukanlah hak wajib yang mutlak, melainkan kebijakan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Yulin menilai, kebijakan Gubernur Sherly sangat berpihak pada kesejahteraan pegawai. Sebab, di saat daerah lain mulai memangkas atau bahkan menghapus TPP akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, Maluku Utara justru tetap mengalokasikannya.
“Jadi untuk Provinsi Maluku Utara, kita harus bersyukur bahwa hari ini TPP tetap ada dan masih diterima oleh PNS,” tegas politisi perempuan tersebut.
Langkah Gubernur Sherly ini dinilai sebagai angin segar bagi ribuan ASN di Maluku Utara yang bergantung pada tunjangan tersebut untuk menjaga daya beli di tengah situasi ekonomi yang dinamis. Keputusan politik anggaran ini juga dianggap menunjukkan komitmen kuat kepala daerah dalam menjaga produktivitas dan kepuasan kerja aparatur sipil negara di masa transisi kepemimpinan.
Kendati demikian, DPRD Malut juga mengingatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengimbangi kebijakan ini dengan peningkatan kinerja dan pelayanan publik. Tunjangan yang tetap bertahan diharapkan menjadi stimulus agar tidak ada lagi keluhan terkait kedisiplinan maupun keterlambatan pelayanan kepada masyarakat. (*)