
Tobelo – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara V yang dipusatkan di Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tak hanya menjadi ajang unjuk prestasi antardaerah, tetapi juga membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat lokal.
Ajang olahraga tingkat provinsi yang berlangsung ini mempertandingkan 27 cabang olahraga (cabor) di puluhan venue yang tersebar di Kecamatan Tobelo Tengah dan Kecamatan Galela Selatan. Sejumlah fasilitas olahraga di Tobelo-Gakela menjadi pusat kegiatan, mulai dari Lapangan Pitu Tobelo, Lapangan Togawa, hingga Lapangan Upacara Do’Omu Ma Tau.
Berdasarkan pantauan Dewakipas di lapangan, perputaran uang pada hari-hari awal penyelenggaraan menunjukkan tren positif, terutama di sektor UMKM, perhotelan, dan kos-kosan.
“Kurang lebih sudah 10 Tahun baru kami merasakan Halmahera Utara khususnya Tobelo seramai ini. Kami sangat bersukur dan berterima kasih karena kedai kami dikunjungi banyak orang,” ujar Nurul saat ditemui di kedainya yang berada di Alun-alun Tobelo, Selasa (9/6/2026).
Nurul mengungkapkan jumlah pengunjung yang datang ke kedainya mengalami kenaikan hingga 30 persen. Lonjakan ini terjadi seiring dengan padatnya jadwal pertandingan beberapa cabang olahraga (Cabor) yang digelar di area sekitar Alun-alun.
“Biasanya sepi, tapi sejak Porprov dimulai, dari pagi sampai malam terus ada yang duduk-duduk sambil lihat suasana pertandingan. Alhamdulillah, omzet naik sekitar 30 persen,” kata dia.
Di sisi lain, tingkat hunian hotel dan penginapan di sekitar lokasi pertandingan mencapai hampir 100 persen. Selain itu, banyak rumah warga yang disulap menjadi homestay untuk menampung peserta dan pendukung tim.
Perputaran uang selama Porprov diperkirakan bisa menembus miliaran rupiah. “kalau hari-hari biasa semua hotel belum tentu penuh, tetapi ketika ada kegiatan Porprov ini hotel-hotel semua penuh, pun dengan penginapan, bahkan ada yang nginap di rumah-rumah warga,” kata salah satu petugas hotel.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana ajang olahraga multi-event seperti Porprov tidak hanya menjadi arena kompetisi atletik, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif lokal. Warga berharap agar helatan serupa bisa rutin digelar di Tobelo untuk terus membangkitkan roda usaha masyarakat. (*)