
Tobelo, Maluku Utara – Gemuruh sorak penonton memecah suasana sore di Gor Tobelo, Jumat (12/6/2026). Ketika kepulan debu lintasan atletik mulai reda, satu fakta tak terbantahkan muncul: Halmahera Barat adalah raja sejati cabang olahraga lari pada Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) Maluku Utara tahun 2026.
Dari total medali yang diperebutkan, kontingen Halmahera Barat mengakhiri kompetisi dengan koleksi fantastis: 8 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Pencapaian ini menempatkan mereka di puncak klasemen akhir cabor atletik lari dengan keunggulan yang sulit dikejar.
Berada di tangga kedua, Kota Tidore Kepulauan berhasil merebut 3 emas, 4 perak, dan sejumlah perunggu setelah bersaing ketat sepanjang babak final. Sementara itu, Kota Ternate harus mengakui keunggulan dua pesaingnya dengan raihan 2 emas, 2 perak, dan 4 perunggu yang menempatkan mereka di urutan ketiga.
Halmahera Selatan menempati posisi keempat setelah mengoleksi 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Di sisi lain, nasib nahas menimpa Kabupaten Taliabu—kontingen tersebut harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal meraih satu pun medali di ajang ini.
Prosesi penyerahan medali berlangsung dalam suasana haru dan bangga. Ketua Panitia Besar Poprov Maluku Utara 2026, Makmur Gamgulu, secara langsung menyematkan medali kepada para atlet di podium GOR Tobelo. Dalam pidato singkatnya, Makmur menggarisbawahi bahwa dominasi Halmahera Barat bukan sekadar kemenangan, melainkan bukti nyata pembinaan atletik yang matang.
“Ini adalah pesta olahraga sejati. Saya salut dengan Halmahera Barat, tetapi saya juga melihat perlawanan sengit dari Tidore dan Ternate. Yang terpenting, semangat sportivitas tetap menyala,” ujar Makmur Gamgulu di lokasi usai penyerahan medali
Bagi Taliabu, kegagalan ini menjadi alarm penting untuk berbenah. Sementara bagi Halmahera Barat, 8 medali emas dari cabor lari akan menjadi modal berharga dalam perburuan gelar juara umum Poprov Maluku Utara 2026.(*)