
Ternate, Dewakipas – Pembangunan poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesorie (RSUD CB) Ternate, Maluku Utara, menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur kesehatan Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada tahun anggaran 2026.
Beberapa sisi bangunan seperti gedung pria yang selama ini dikeluhkan warga akibat kerusakan berat tersebut kini mendapat alokasi anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pembangunan poliklinik.
Berdasarkan data pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp50 miliar, paket tersebut tercatat dengan kode RUP 65618402 dan metode pemilihan tender.
Direktur RSUD CB Ternate Alwia Assagaf saat ditemui Dewakipas belum lama ini, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu master plan pembangunan poliklinik dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Oleh karena itu, beberapa sisi bangunan rusak, termasuk gedung pria tidak dapat direnovasi karena bangunan tersebut masuk dalam titik lokasi rencana pembangunan poliklinik.
“Kalau dibangun poliklinik di lokasi ini, maka kena itu bangunan sana, bangunan yang rusak itu. Karena nanti pada saat kerja dia dibongkar,”ujar Alwia.
Ia menyatakan pihaknya melakukan konsultasi terkait pembangunan poliklinik tersebut ke Kemenkes, hasil konsultasi Kemenkes menawarkan agar dibuat master plan Rumah Sakit secara keseluruhan, hal ini untuk memastikan pembangunan di Rumah Sakit ini terkoneksi, terstruktur, dan efisien.
“Kalau sekarang kan bangunan rumah sakit terpisah-pisah, sehingga Kementerian Kesehatan menawarkan dan bersedia membuat master plan seluruh Rumah Sakit Chasan Boesorie, agar pembangunan terkoneksi. Jadi tidak hanya master plan poliklinik saja,”katanya.
Terkait bangunan rusak tersebut, kata Alwia, termasuk gedung pria dibangun sejak tahun 1980-an, sehingga saat ini mengalami kerusakan karena faktor usia, pihak Rumah Sakit sempat mengusulkan untuk direnovasi pada tahun anggaran 2025 lalu, namun akhirnya batal karena bangunan gedung tersebut akan dibongkar untuk pembangunan poliklinik yang merupakan bagian dari program Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Menurutnya, Gubernur Sherly Tjoanda sangat konsen pada masalah kesehatan, terutama pada peningkatan infrastruktur kesehatan, guna memastikan layanan yang berkualitas dan merata.
“Sehingga beliau (gubernur) juga pengen Kementerian Kesehatan membuat master plan secara keseluruhan untuk Rumah Sakit Chasan Boesorie,”ucapnya. (*)