
TERNATE – Kondisi Kantor Kelurahan Tarau, Kota Ternate, kian memprihatinkan. Hampir belasan tahun tidak tersentuh renovasi, bangunan pelayanan publik tersebut kini mengalami rusak berat.
Koordinator Aspirasi Suara Masyarakat Ternate, Abdi Hasbulah, mendesak Wali Kota Ternate untuk segera mengevaluasi Kepala Kelurahan Tarau yang dinilai abai terhadap fasilitas dasar kantor.
“Ini kantor pelayanan masyarakat, bukan kandang. Atapnya sudah bolong, plafonnya terlepas sejak lama. Masa dibiarkan bertahun-tahun tanpa ada tindakan?” tegas Abdi saat ditemui di Ternate, Selasa (1/9/2026).
Menurut Abdi, pembiaran ini bukan sekadar masalah estetika. Kerusakan atap dan plafon berpotensi membahayakan keselamatan pegawai maupun warga yang datang mengurus administrasi. Kondisi ini juga dinilai mencoreng citra pelayanan pemerintah kota.
“Kalau kepala kelurahan tidak mampu merawat kantornya sendiri, bagaimana bisa diharapkan melayani masyarakat dengan baik? Wali Kota harus turun tangan dan mengevaluasi. Jangan tunggu sampai ada korban baru bergerak,” ujarnya.
Abdi meminta Pemerintah Kota Ternate memprioritaskan perbaikan Kantor Kelurahan Tarau dalam APBD Perubahan, serta menempatkan pejabat yang berkomitmen pada pelayanan publik.
Di sisi lain, salah satu staf Kantor Kelurahan Tarau yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia menilai kondisi bangunan yang sudah tidak layak pakai ini memerlukan tindakan tegas dari warga.
“Harus dilakukan aksi boikot kantor, karena kantor ini sudah tidak layak lagi digunakan,” ketusnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga Tarau masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kota Ternate terkait tuntutan evaluasi kepemimpinan dan perbaikan fasilitas kelurahan tersebut. (*)