
Ternate – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Universitas Khairun menggelar Pentas Seni dan Talkshow Kebudayaan bertajuk “Kebudayaan sebagai Instrumen Perubahan Sosial” dengan tema “Kebudayaan sebagai Ruang Kritik dan Transformasi Sosial” di Benteng Oranje, Minggu, 16 Agustus 2026 malam tadi, malam hari kemerdekaan
Kegiatan dibuka oleh Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin, S.S., M.A. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi BEM FIB dan panitia yang telah menggagas serta menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan kebudayaan, seni, dan gagasan. Turut hadir Wakil Dekan III FIB, Jainul Yusup, S.S., M.Hum., para dosen, serta mahasiswa FIB Unkhair.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow kebudayaan yang menghadirkan Dr. Nurlaela Syarif, S.Sos., M.M., Dr. Syahrir Ibnu, M. Rizal Riski Ramli, S.Sos., dan M. Andiansyah Kamu, S.Sos. Diskusi mengangkat kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus ruang untuk membaca perubahan dan menyampaikan kritik sosial.
Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas berbagai persoalan kebudayaan, mulai dari pentingnya menjaga identitas dan kesakralan tradisi, hingga perlunya melihat kebudayaan sebagai sesuatu yang dinamis dan terus mengalami perubahan. Pelestarian budaya dinilai tidak semestinya hanya mempertahankan bentuk lama, tetapi juga perlu mempertimbangkan perubahan zaman dan bagaimana nilai-nilai budaya tetap dapat hidup di tengah masyarakat.
Diskusi juga menyoroti perubahan nilai dalam kehidupan sosial serta pentingnya melihat apa yang berubah dan siapa yang diuntungkan dari perubahan tersebut. Para narasumber menegaskan bahwa kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan tarian, bahasa, atau tradisi, tetapi mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Selain itu, kebudayaan juga dipandang sebagai ruang untuk menyampaikan kritik. Kritik terhadap realitas sosial tidak selalu harus dilakukan melalui aksi turun ke jalan, tetapi dapat hadir melalui dialog, puisi, seni pertunjukan, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya.
Usai talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan musik, tari, dan teatrikal oleh mahasiswa baru FIB Unkhair. Berbagai pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas.
Melalui kegiatan ini, BEM FIB Unkhair tidak hanya menghadirkan hiburan dan ruang ekspresi seni, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai bagaimana kebudayaan dapat terus dirawat, dikritisi, dan ditransformasikan sebagai bagian dari kehidupan sosial.