
Sofifi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus berupaya meningkatkan produktivitas budidaya rumput laut di kabupaten pulau Taliabu.
Salah satu langkah nyata adalah penyaluran bantuan bibit rumput laut sebanyak 10 ton kepada nelayan di dua desa di pulau Taliabu, yakni Desa Limbo dan Lede.
Plt Kepala DKP Malut Kadri La Etje menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Gubernur Sherly Tjoanda, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam memberdayakan masyarakat pesisir. “Dengan bantuan bibit rumput laut tahun ini, diharapkan akan tumbuh nelayan budidaya rumput laut yang berkelanjutan, sehingga budidaya rumput laut tidak hanya menjadi mata pencarian, tetapi juga faktor penggerak ekonomi daerah,” ujar Kadri kepada Dewakipas, Kamis (2/7/2026).
Menurut Kadri, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk mengkolaborasi pengembangan sektor perikanan budidaya, khususnya komoditas rumput laut yang dinilai memiliki potensi besar dalam mengangkat perekonomian masyarakat pesisir.
Bantuan bibit ini diharapkan menjadi wadah bagi para pembudidaya lokal. Dengan adanya dukungan ini, DKP Malut menargetkan peningkatan signifikan dalam produktivitas rumput laut di wilayah tersebut. Langkah ini juga diproyeksikan akan membuka keran peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk perikanan yang dihasilkan oleh masyarakat di kawasan pesisir, khususnya di Kabupaten pulau Taliabu.
“Waktu saat ini tepat sekali untuk musim tanam rumput laut di Taliabu. Dalam waktu 3 bulan kami proyeksikan perairan budidaya rumput laut di Taliabu akan berkembang secara berlimpah dan masuk ke pasaran Luwuk serta Surabaya,” jelasnya.
Kadri menambahkan, saat ini adalah masa peralihan menuju musim kemarau (Juni hingga September), sehingga sangat tepat untuk menanam rumput laut. Pada periode ini, kondisi perairan sangat ideal dengan intensitas cahaya matahari yang cukup, arus laut yang stabil, dan minimnya curah hujan yang dapat merusak kualitas air.