
Ternate, Dewakipas – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesorie (RSUD CB) Ternate, Maluku Utara, Alwia Assagaf, tak henti-hentinya menggebrak.
Kepemimpinan Alwia membawa perubahan positif, terutama dalam hal peningkatan kualitas layanan, pembenahan fasilitas rumah sakit, dan penyelesaian utang bawaan.
Sejak resmi menahkodai RSUD CB Ternate, langkah-langkah strategis langsung diambil Alwia Assagaf.
Tujuannya satu: meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit yang menjadi rujukan utama di wilayah Maluku Utara ini.
Namun, ia menyadari, perubahan besar tak bisa dilakukan sendirian. Oleh karena itu, Alwia Assagaf terus merangkul seluruh jajaran di rumah sakit.
Ia ingin mereka semua menyatukan visi, strategi, dan langkah nyata untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.
Alwia memulai langkahnya dengan menyelesaikan warisan utang yang ditinggalkan Direktur sebelumnya dengan total hampir mencapai Rp 100 miliar.
“Sejak saya masuk itu utang rumah sakit tercatat dalam LHP BPK pada Desember 2022, sebesar 89 miliar. Di luar itu ada jasa pelayanan BPJS yang terutang juga yaitu sebesar 10 miliar. Alhamdulillah, utang-utang tersebut sudah diselesaikan. Dan saat ini sisa utang rumah sakit yaitu 40 miliar lebih kepada vendor, namun sudah di skemakan penyelesaiannya dalam jangka tiga tahun, mengingat adanya penurunan fiskal daerah,” ujar Alwia kepada Dewakipas, Jumat (27/03/2026).
Ia menyadari masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan, namun Alwia tetap optimistis dan percaya bahwa dengan kepemimpinan yang jujur dan adil perubahan ke arah lebih baik pasti bisa terwujud.
“Kendati rumah sakit memiliki utang kepada vendor yang melayani pengadaan obat, alkes, tetapi pelayanan tetap berjalan maksimal. Ini adalah bagian dari komitmen Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam memberikan pelayanan kesehatan secara baik kepada masyarakat,” kata Alwia. (*)