
Halsel, Dewakipas – Puluhan warga desa Bobawa, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), protes setelah kepala desa berinisial LH diduga terlibat kasus perselingkuhan dengan salah satu perempuan berinisial R.
Warga yang protes mendatangi halaman kantor desa setempat dan langsung memalang kantor tersebut, Ahad (11/1/2026).
“Kami tidak mau lagi dipimpin oleh kades yang berselingkuh. Jelas-jelas sudah punya istri. Kami minta Pak Bupati segera mencopot kades dari jabatannya,” kata salah satu warga setempat, Afrin Salimun.
Menurut Afrin, aksi warga palang kantor ini bentuk kekecewaan kepada kades, sebab kades telah melakukan perbuatan asusila yang mencederai norma dan etika sosial. Padahal, sebagai seorang kepada desa, seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan sebaliknya melanggar kode etik dan mencederai nilai-nilai adat-istiadat yang selama ini di jaga serta dirawat oleh seluruh lapisan masyarakat desa Bobawa.
“Ini sebagai bentuk protes kami, kami minta Pak Bupati sesegerah mungkin mencopot kepala desa, seluruh warga desa tidak akan tinggal diam sebelum kepala desa dicopot dari jabatan,” tegasnya.
Kaur Pembangunan Desa Bobawa, Daut Gaus, menambahkan bahwa kepala desanya tersebut dinilai tidak terbuka dengan pengelolaan Dana Desa (DD). Seperti pembangunan jalan setapak tahun 2025, di mana dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) terdapat 200 meter namun realisasinya hanya 150 meter.
Selain itu, terdapat pulah anggaran ketahanan pangan tahun anggaran 2024-2025 sebesar 20% tidak direalisasikan alias fiktif. Karena itu pihaknya mendesak Inspektorat Halmahera Selatan untuk segera melakukan Audit Investigasi. “Kami minta Inspektorat segera Audit. Karena pengelolaan dana desa selama ini tidak transparan dan ada yang fiktif. Ini tidak boleh dibiarkan,” pungkasnya. (*)