
SOFIFI – Menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara yang jatuh pada 12 Oktober 2026, dampak positif perekonomian mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Pendapatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami lonjakan signifikan, sejalan dengan tema HUT tahun ini, yaitu “Tumbuhnya Harus Terasa“.
Geliat ekonomi yang nyata ini salah satunya terlihat di kawasan Alun-Alun Sofifi. Lokasi yang menjadi pusat keramaian ini dipadati warga dan pengunjung yang berbelanja di lapak-lapak pedagang setempat.
“Alhamdulillah, pendapatan kami beberapa hari ini naik hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Tema HUT kali ini yang berbunyi ‘Tumbuhnya Harus Terasa‘ benar-benar nyata kami rasakan sebagai para pedagang kecil,” ujar salah satu pelaku UMKM kuliner dengan wajah sumringah saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan, Kamis (8/10/2026).
Ia pun berharap pemerintah daerah lebih sering menggelar agenda besar di ibu kota provinsi tersebut. “Kami berharap kegiatan meriah seperti ini sering diadakan di Sofifi agar ekonomi di sini terus hidup dan maju,” tambahnya.
Tidak hanya sektor kuliner, para penyedia jasa transportasi lokal seperti motor laut (speedboat) penyeberangan, becak motor (bentor), hingga pelaku usaha penginapan di Sofifi juga turut kecipratan untung.
Fenomena ini membuktikan bahwa efek domino dari sebuah perayaan daerah mampu menyentuh berbagai lapisan sektor informal secara berantai.
Atas keberhasilan perputaran ekonomi ini, para pelaku UMKM menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, serta secara khusus kepada Ketua Panitia HUT Ke-27 Provinsi, Marwan Polisiri, yang dinilai sukses mengemas rangkaian acara dengan melibatkan masyarakat lokal.
Ketua Panitia HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara, Marwan Polisiri menyatakan bahwa pelibatan UMKM memang menjadi salah satu prioritas utama dalam perayaan tahun ini. Pemerintah daerah sengaja mendesain ruang-ruang publik di Sofifi agar ramah bagi pedagang lokal, sehingga perayaan ini tidak hanya menjadi pesta seremonial, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi kerakyatan.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa perayaan HUT ke-27 tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas kertas. Menurutnya, pertumbuhan tersebut wajib diterjemahkan menjadi kesejahteraan nyata yang dirasakan langsung oleh mama-mama pedagang dan pelaku UMKM di akar rumput.
Puncak peringatan HUT ke-27 Maluku Utara diprediksi akan semakin ramai hingga hari H pada 12 Oktober mendatang. Pemerintah provinsi pun mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara berlangsung demi kenyamanan bersama serta kelancaran aktivitas ekonomi warga. (*)
